Buku Kajian Islam - Puasa Sunnah Senin Kamis: Keutamaan dan Tata Caranya
Di tengah kesibukan kerja, sekolah, dan urusan rumah tangga, ada satu amalan sunnah yang ringan namun besar pahalanya: puasa Senin dan Kamis. Banyak orang sudah mendengarnya sejak kecil, tetapi belum sempat menjadikannya kebiasaan. Padahal, puasa ini tidak menuntut persiapan yang berat, dan manfaatnya terasa bukan hanya untuk akhirat, tetapi juga untuk kedisiplinan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap pekan, pada hari Senin dan hari Kamis. Ia termasuk amalan yang dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan dianjurkan untuk dijaga, tentu dengan memperhatikan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. Artikel ini membahas keutamaannya, tata caranya, serta tips agar amalan ini bisa istiqamah.
Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Keutamaan puasa Senin Kamis disebutkan dalam hadis-hadis yang diriwayatkan oleh para ulama. Salah satu yang sering dikutip adalah keterangan bahwa amal-amal manusia diperlihatkan atau diangkat pada hari Senin dan Kamis, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai amalannya diangkat dalam keadaan beliau berpuasa. Riwayat semakna ini terdapat dalam kitab-kitab hadis, di antaranya riwayat Imam Muslim dan Imam at-Tirmidzi. Hadis ini memberi gambaran yang indah: di hari ketika amal dilaporkan, seorang hamba sedang berada dalam ketaatan.
Selain itu, hari Senin memiliki keistimewaan tersendiri, karena pada hari itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu pertama turun kepadanya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Muslim. Karena itu, berpuasa pada hari Senin juga menjadi bentuk syukur dan pengingat atas nikmat diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai pembawa petunjuk bagi umat manusia.
Secara umum, puasa juga memiliki keutamaan besar sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang yang beriman sebagaimana diwajibkan atas umat sebelum mereka, agar mereka bertakwa. Ayat ini berbicara tentang puasa Ramadan yang wajib, tetapi ia sekaligus menunjukkan posisi puasa dalam Islam: ibadah yang melatih ketakwaan, menahan hawa nafsu, dan mendekatkan hamba kepada Rabb-nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, puasa Senin Kamis juga melatih kesabaran dan pengendalian diri. Seseorang belajar menahan lapar, dahaga, dan emosi; belajar berkata jujur dan menjaga lisan; serta belajar bahwa ia mampu mengatur keinginannya, bukan diperintah oleh keinginannya. Latihan pekanan ini, bila dijaga, akan membentuk karakter yang lebih tenang dan lebih disiplin.
Tata Cara Puasa Senin Kamis
Tata cara puasa Senin Kamis pada dasarnya sama dengan puasa lainnya. Pertama, niat. Niat puasa sunnah boleh dilakukan pada malam hari, dan menurut pendapat banyak ulama, niat puasa sunnah masih sah dilakukan pada pagi hari sebelum tergelincir matahari selama belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa sejak Subuh. Meski demikian, yang paling aman dan paling utama adalah berniat sejak malam hari, agar tidak ragu-ragu.
Kedua, sahur. Disunnahkan untuk makan sahur, walaupun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, karena di dalam sahur terdapat keberkahan. Sahur juga membantu tubuh agar lebih kuat menjalani puasa, terutama bagi yang harus bekerja atau belajar pada siang hari. Usahakan sahur dengan makanan yang bergizi dan tidak berlebihan, lalu jangan lupa mengakhirkannya hingga mendekati waktu Subuh, selama masih dalam batas yang aman.
Ketiga, menahan diri dari pembatal puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Pembatal puasa yang utama adalah makan, minum, dan berhubungan suami istri pada siang hari. Selama berpuasa, jagalah pula lisan dan perbuatan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa, seperti berkata dusta, menggunjing, dan marah yang tidak terkendali. Puasa bukan hanya menahan perut, tetapi juga menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang.
Keempat, berbuka. Disunnahkan menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam, dan berbuka dengan kurma basah atau kurma kering, atau dengan air bila kurma tidak ada. Setelah berbuka, perbanyaklah doa dan syukur, karena waktu berbuka adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Jangan sampai berbuka justru menjadi ajang makan berlebihan hingga tubuh terasa berat dan malamnya malas beribadah.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Puasa Senin Kamis adalah sunnah, bukan kewajiban. Karena itu, jangan memaksakan diri bila kondisi tubuh tidak memungkinkan. Orang yang sakit, ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap dirinya atau anaknya, pekerja berat yang pekerjaannya membahayakan bila berpuasa, serta orang yang sedang dalam perjalanan jauh, hendaknya memperhatikan kondisi masing-masing dan berkonsultasi dengan orang yang berilmu atau tenaga kesehatan bila perlu. Islam adalah agama yang penuh kemudahan, dan amalan sunnah tidak boleh dijalankan dengan cara yang justru merusak kesehatan.
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, para ulama berbeda pendapat tentang mendahulukan puasa sunnah atau mengqadha terlebih dahulu. Yang paling selamat adalah mendahulukan qadha puasa wajib, lalu menjadikan puasa Senin Kamis sebagai amalan rutin setelahnya. Bila ada keraguan dalam hal ini, tanyakanlah kepada ustaz atau ulama yang terpercaya di lingkungan Anda.
Tips Agar Istiqamah
Agar puasa Senin Kamis bisa istiqamah, mulailah dari yang ringan dan realistis. Bila belum terbiasa, cobalah satu hari dulu dalam sepekan, misalnya hari Senin saja, lalu tambah hari Kamis ketika tubuh sudah terbiasa. Buatlah pengingat di ponsel, siapkan bahan sahur sejak malam hari, dan ajaklah anggota keluarga atau teman untuk berpuasa bersama, karena kebersamaan membuat amalan terasa lebih ringan.
Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita untuk menghidupkan sunnah ini. Puasa Senin Kamis memang hanya dua hari dalam sepekan, tetapi bila dijaga dengan ikhlas, ia bisa menjadi pintu kebaikan yang besar: membersihkan hati, mendisiplinkan diri, dan mendekatkan kita kepada Allah Ta'ala. Mari mulai pekan ini: niatkan dari malam hari, sahur dengan sederhana, dan berbuka dengan syukur.
Posting Komentar